BPHTB merupakan singkatan dari Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan. Hak atas tanah termasuk hak pengelolaan, berserta bangunan di atasnya sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Undang-undang Nomor 16 tentang Rumah Susun dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lainnya.

Adanya sistem BPHTB Online memudahkan PPAT/Notaris untuk mendaftar dan melaporkan BPHTB, di sistem ini terdapat beberapa fitur serta adanya history harga transaksi, Perusahaan/ Perorangan Filter Potongan NPOPTKP Berdasarkan NPWP / NIK, Dashboard Notifikasi Bagi Notaris ataupun petugas pelayanan sehingga dapat ditanggapi secara langsung perubahan data yang kurang, menambahkan penunjang bagi SSPD belum masuk sistem yang akan di masukan pada sistem untuk di proses di BPN serta manual pembayaran bagi yang sudah bayar pada saat sebelum BPHTB di buat , dengan adanya pelaporan secara online ini memberikan efektifitas waktu dapat menertibkan pelaporan data transaksi BPHTB serta tidak membutuhkan banyak tenaga dan ongkos untuk jasa kirim dokumen untuk menyampaikan pelaporan. Sistem BPHTB ini sudah bridging dengan PBB, Bank dan BPN. Sistem diharapkan dapat terealisasi dan membantu PPAT / NOTARIS atau Petugas di dinas BAPPENDA terutama bidang pelayanan sehingga memudahkan semua pihak yang berkaitan dan lebih baik lagi dari sistem yang sebelumnya atau sistem manual.

Beberapa fitur yang ada di dalam sistem BPHTB Online diantaranya :

  1. Dashboard Admin
  2. Menu Pendaftaran
  3. Menu Validasi
  4. Menu Pembayaran
  5. Menu Laporan Notaris, PPAT, Jenis Transaksi, Kecamatan/Desa, Global
  6. Menu Kuisioner
  7. Menu Notifikasi
  8.  Menu Verifikasi (Daftar, Persyaratan, Informasi OP, SPPT)
  9.  Menu Pelaporan SSPD dan Data Transaksi
  10.  Menu Pengaturan Akun
  11. Menu Pengaturan (Pejabat, Pejabat Notaris/PPAT, Jenis Transaksi, Tarif
    NPOPTKP, Tarif BPHTB, Jenis Hak Tanah, Persyaratan Transaksi, Jenis
    Dokumen Tanah, Setting Kemanfaatan, Operator dan Level Operator)
  12.  Bridging dengan PBB, Bank dan BPN
  13. Dan fitur lainnya

Baca Juga : Aplikasi Pajak BPHTB Online

Alur dari sistem BPHTB online dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Notaris/PPAT melakukan pendaftaran dan mengisi kelengkapan data
    seperti informasi wajib pajak, histori transaksi wajib pajak, informasi objek
    pajak, informasi perhitungan BPHTB dan informasi penjual/pemberi
    waris/pemberi hibah/penyelenggara lelang.
  2. Data Notaris/PPAT akan diverifikasi oleh petugas dengan 4 tahap
    verifikasi (daftar, persyaratan, informasi OP, dan validasi SPPT)
  3. Setelah hasil verifikasi selesai, terdapat fitur cetak kode bayar
  4. Notaris melakukan pembayaran ke Bank dengan menggunakan kode
    bayar
  5.  Jika sudah bayar status menjadi lunas dan dapat cetak kartu SSPD
  6. Notaris dapat cetak SSPD
  7. Notaris memberikan hasil cetakan SSPD kepada BPN untuk diverifikasi
    kebenarannya sesuai dengan nomor daftar.
  8. Jika dari BPN sudah membuat akta dapat dilaporkan kembali melalui
    pelaporan SPPD di sistem BPHTB online

Sistem BPHTB Online ini sudah digunakan dibeberapa kota di wilayah Indonesia, untuk pemesanan sistem aplikasi dapat menghubungi Array Digital Solution melalui Whatsapp 0852 2299 9699 atau KLIK DISINI kami bantu dengan layanan support terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *